8 Perbedaan Mencolok Kurban dan Aqiqah Serta Larangannya

Patient Tools

Read, save, and share this guide

Use these quick tools to make this medical article easier to read, print, save, or share with a family member.

Article Summary

8 Perbedaan Mencolok Kurban dan Aqiqah Serta Larangannya Menjelang hari raya Idul Adha yang tetap di tengah pandemi Covid-19 terhadap 20 Juli 2021 memantik pertanyaan yang tetap membawa dampak orang bingung yakni perbedaan kurban dan aqiqah. Dari segi syariat, keduanya memang punya persamaan menyembelih hewan, tapi ada perbedaan tahu berdasarkan Al-Qur’an dan hadist. Melansir berasal dari Dompet Dhuafa, perbedaan ini ditinjau berasal dari 8 hal,...

Before reading

RX Patient Tools

Use these quick guides before reading the article, or return to them when you need help preparing questions for a doctor.

Start here Choose the right pathway for symptoms, reports, medicines, or urgent warning signs. Disease article roadmap Read this topic step by step: meaning, symptoms, warning signs, diagnosis, treatment, prevention, and follow-up. Treatment planner Prepare questions about treatment choices, benefits, risks, side effects, and follow-up. Family & caregiver guide Organize symptoms, reports, medicines, questions, and follow-up safely. Nutrition & diet guide Prepare food, hydration, supplement, and medicine-timing questions safely. Prevention guide Organize risk factors, protective habits, screening, and warning signs. Recovery guide Prepare a safe plan for activity, rehabilitation, warning signs, and follow-up.
Educational health guideWritten for patient understanding and clinical awareness.
Reviewed content workflowUse writer and reviewer profiles for stronger trust.
Emergency safety firstUrgent warning signs are highlighted below.
Definition

8 Perbedaan Mencolok Kurban dan Aqiqah Serta Larangannya

Menjelang hari raya Idul Adha yang tetap di tengah pandemi Covid-19 terhadap 20 Juli 2021 memantik pertanyaan yang tetap membawa dampak orang bingung yakni perbedaan kurban dan aqiqah. Dari segi syariat, keduanya memang punya persamaan menyembelih hewan, tapi ada perbedaan tahu berdasarkan Al-Qur’an dan hadist. Melansir berasal dari Dompet Dhuafa, perbedaan ini ditinjau berasal dari 8 hal, yakni tujuan, type hewan, jumlah hewan, kala penyembelihan, kuantitas pelaksanaan yang disyariatkan, bantuan daging, bentuk daging yang diberikan, dan upah bagi penyembelih.

  1. Perbedaan Tujuan Kurban dan Aqiqah

Secara dasar, kurban mempunyai definisi menyembelih hewan bersama dengan obyek mendekatkan diri kepada Allah pada hari raya Haji atau biasa disebut Idul Adha terhadap 10 Dzulhijjah dan tiga hari tasyrik terhadap 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Sementara, aqiqah mempunyai arti memotong. Menurut para ulama artinya beragam, baik itu memotong hewan atau potong rambut bayi. Secara istilah, akikah menyembelih hewan sebagai rasa syukur kepada Allah atas kelahiran buah hati yang diselingi pemotongan rambut bayi.

مَعَ الغُلاَمِ عَقِيقَةٌ

Artinya: Aqiqah menyertai lahirnya seorang bayi, (H.R. Bukhari).

  1. Perbedaan berasal dari Jenis Hewan

Kambing, domba, sapi, kerbau, dan unta merupakan hewan yang diizinkan para ulama untuk jadi hewan ternak. Melansir dari Dompet Dhuafa, hewan ternak tidak boleh ada cacat. Lalu, lumayan usianya kebanyakan diamati dari sudah berganti giginya. Jika domba, maka sedikitnya berusia satu th. dan telah pindah gigi. Jika gunakan kambing, maka sedikitnya udah berusia dua tahun. Kemudian, sapi dan kerbau capai dua tahun lebih. Terakhir, unta harus mencapai usia lima th. atau lebih.

Sementara, hewan yang sanggup digunakan untuk aqiqah yaitu kambing atau domba dengan indikator tidak cacat, usianya adalah udah lumayan dewasa dengan berpindah gigi. Hal berikut berdasarkan hadist Nabi Muhammad SAW berikut:

“(Aqiqah) untuk anak laki-laki adalah dua kambing dan untuk perempuan satu kambing. Baik berjenis kelamin jantan atau betina, tidak masalah,” (sesuai di dalam kitab al-Majmu’ Saryh muhazzab).

  1. Perbedaan Jumlah Hewan yang Disembelih

Perbedaan lain pada kurban dan aqiqah yakni kuantitas hewan yang disembelih. Pada kurban, jumlahnya tidak dibatasi dari tipe hewan yang diizinkan para ulama, tetapi aqiqah diamati dari kelahiran. Berdasarkan sabda Rasulullah, aqiqah untuk anak laki – laki adalah dua kambing dan untuk perempuan satu kambing.

  1. Perbedaan Waktu Penyembelihan

Perbedaan menyadari lainnya yaitu kala penyembelihan hewan kurban Idul Adha perlu terhadap tanggal 10, 11 , 12, 13 Dzulhijjah. Maka dari itu, selain ibadah, kurban terhitung momentum setahun sekali di tanggal-tanggal tertentu. Pemesanan hewan kurban kepada peternak termasuk sanggup kolektif atau individual. Berbeda bersama dengan aqiqah yang sanggup tiap-tiap saat, bahkan sampai anak sudah tumbuh dewasa (baligh), jika orang tua belum miliki kebolehan finansial yang cukup.

Kurban atau aqiqah dulu?

Perbedaan selagi inilah yang kadangkala sebabkan orang bingung untuk mendahulukan kurban atau aqiqah. Melansir Dompet Dhuafa, mylucitedreams alangkah lebih baik bagi umat Islam yang mempunyai suasana finansial baik untuk mendahulukan kurban, terutama sementara bulan Zulhijjah atau Idul Adha semakin dekat. Hal tersebut karena kurban tidak bisa ditunaikan setiap pas seperti aqiqah.

  1. Perbedaan Kurban dan Aqiqah berasal dari Jumlah Pelaksanaan

Aqiqah hanya dikerjakan sekali seumur hidup. Jika anak telah diaqiqahkan oleh orang tuanya kala tetap bayi, maka tak kudu aqiqah kembali sementara anak beranjak dewasa. Berbeda dengan kurban yang tidak dibatasi kuantitas pelaksanaannya seumur hidup. Nabi Ibrahim menjadi panutan umat Islam untuk tidak ragu-ragu berkurban setiap tahun.

  1. Perbedaan Dalam Pemberian Daging

Islam sesuaikan pemberian daging kurban dan aqiqah sehingga tepat sasaran. Pada aqiqah, dagingnya sanggup diberikan kepada siapapun, tidak memandang status ekonomi. Lain halnya pada kurban, para ulama setuju ada golongan penerima daging ada 3 yaitu sepertiga untuk fakir miskin, sepertiga untuk keluarga yang berkurban, dan sepertiga untuk tetangga atau kerabat terdekat. Allah berfirman pada ayat di bawah ini:

“Maka makanlah sebagiannya (daging kurban) dan berilah makan orang yang terasa cukup dengan apa yang ada padanya (orang yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta,” (QS.Al-Hajj:36).

  1. Perbedaan Bentuk Daging yang Diberikan

Hal ini umum umat Islam ketahui, tetapi kudu diingat kembali bahwa daging kurban dibagikan dalam situasi mentah, selagi daging berasal dari aqiqah mesti didalam situasi masak. Maka berasal dari itu, jangan sampai tertukar sebab aqiqah seperti sediakan makanan pada tamu. Berbeda bersama dengan kurban yang penyajiannya diserahkan pada keinginan tiap-tiap yang meraih daging.

  1. Perbedaan Upah Penyembelih

Upah jadi perbedaan terakhir kurban dan aqiqah yang harus umat Islam perhatikan. Orang yang menyembelih hewan kurban tidak diberikan upah, melainkan ia terima daging berasal dari yang telah sembelih olehnya. Beda bersama dengan aqiqah, para penyembelih dapat menghendaki upah pada empunya hajat.

Delapan indikator selanjutnya jadi pembeda antara kurban dan aqiqah, maka jangan tertukar lagi. Sebelum melaksanakan kurban, umat Islam kudu mengerti tiga larangan kurban supaya ibadah menjadi sempurna.

  1. Larangan Menjual Daging Kurban

Imam Syafi’i mengatakan bahwa binatang kurban bersifat nusuq, yaitu hewan yang disembelih untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dengan demikian, para penerima daging qurban Idul Adha dilarang menjual kembali daging yang sudah diterima. Mengutip dari zakat.or.id, ketika hewan ternak sudah disembelih, maka seluruh anggota tubuh dan dagingnya mesti segera dibagikan atau diberikan sebagai hadiah. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ بَاعَ جِلْدَ أُضْحِيَّتِهِ فَلاَ أُضْحِيَّةَ لَه

Artinya: Barangsiapa menjual kulit hasil sembelihan qurban, maka tidak tersedia qurban baginya, (HR. Al Hakim).

  1. Larangan Potong Kuku dan Cukur Rambut untuk Pekurban

مَن كانَ لَهُ ذِبحٌ يَذبَـحُه فَإِذَا أَهَلَّ هِلاَلُ ذِى الْحِجَّةِ فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّىَ

Artinya: Barangsiapa yang udah memiliki hewan yang hendak diqurbankan, bila telah masuk tanggal 1 Dzulhijjah, maka janganlah dia memotong sedikitpun anggota dari rambut dan kukunya sampai dia selesai menyembelih – HR.Muslim dan Abu Daud

  1. Larangan Jual Kembali Hewan Kurban yang Telah Ditentukan

Jika pekurban sudah belanja hewan untuk berkurban, maka ia tidak boleh menjajakan ulang dengan kemauan yang berbeda. Para pekurban wajib ingat bahwa niat berkurban semata-mata cuma dikarenakan Allah, bukan untuk pamer situasi ekonomi. Jika terdapat ketidaksesuaian dengan ukuran atau kondisi hewan, maka menggantikan lebih baik daripada menjual kembali.

Siapkan kurban paling baik Anda dari sekarang. Jangan lupa jika Indonesia tetap bergelut dengan pandemi Covid-19, maka berasal dari itu jaga kesehatan bersama protokol ketat supaya kebugaran senantiasa stabil. Salah satu caranya bersama dengan pesan hewan ternak kurban di internet kesayangan. Kurban online di Dompet Dhuafa solusi untuk sambut Idul Adha yang safe dan nyaman dari tempat tinggal demi meminimalisir kontak fisik. Mari, berani berkurban ulang dengan ketuk tautan Portal Kurban Online Dompet Dhuafa ini.

Doctor visit helper

Prepare before seeing a doctor

A simple rural-patient checklist to help you explain symptoms clearly, ask better questions, and avoid unsafe self-treatment.

Safety note: This is not a prescription or diagnosis. For severe symptoms, pregnancy danger signs, children with serious illness, chest pain, breathing difficulty, stroke-like weakness, or major injury, seek urgent care.

Which doctor may help?

Start with a registered doctor or the nearest qualified health center.

What to tell the doctor

  • Write when the problem started and how it changed.
  • Bring old prescriptions, investigation reports, and current medicines.
  • Write allergies, pregnancy status, diabetes, kidney/liver disease, and major past illnesses.
  • Bring one family member if the patient is weak, elderly, confused, or a child.

Questions to ask

  • What is the most likely cause of my symptoms?
  • Which danger signs mean I should go to hospital quickly?
  • Which tests are necessary now, and which can wait?
  • How should I take medicines safely and what side effects should I watch for?
  • When should I come for follow-up?

Tests to discuss

  • Vital signs: temperature, pulse, blood pressure, oxygen saturation
  • Basic physical examination by a clinician
  • CBC, urine test, blood sugar, or imaging only when clinically needed

Avoid these mistakes

  • Do not use antibiotics, steroid tablets/injections, or strong painkillers without proper medical advice.
  • Do not hide pregnancy, kidney disease, ulcer, allergy, or blood thinner use.
  • Do not delay emergency care when danger signs are present.

Medicine safety and first-aid guide

This section is for patient education only. It does not replace a doctor, pharmacist, or emergency care.

Safe first steps

  • Rest, drink safe water, and observe symptoms carefully.
  • Keep a written note of symptoms, duration, temperature, medicines already taken, and allergy history.
  • Seek medical care quickly if symptoms are severe, worsening, or unusual for the patient.

OTC medicine safety

  • For mild pain or fever, ask a registered pharmacist or doctor before using common over-the-counter pain/fever medicines.
  • Do not combine multiple pain medicines without advice, especially if you have kidney disease, liver disease, stomach ulcer, asthma, pregnancy, or take blood thinners.
  • Do not give adult medicines to children unless a qualified clinician advises it.

Avoid these mistakes

  • Do not start antibiotics without a proper medical decision.
  • Do not use steroid tablets or injections casually for quick relief.
  • Do not delay emergency care because of home remedies.

Get urgent help if

  • Severe symptoms, confusion, fainting, breathing difficulty, chest pain, severe dehydration, or sudden weakness need urgent medical care.
Medicine names, dose, and timing must be decided by a qualified clinician or pharmacist after checking age, pregnancy, allergy, other diseases, and current medicines.

For rural patients and family caregivers

Patient health record and symptom diary

Write your symptoms, medicines already taken, test results, and questions before visiting a doctor. This note stays on your device unless you print or copy it.

Doctor to discuss: Doctor / qualified healthcare provider
Tests to discuss with doctor
  • Basic vital signs: temperature, pulse, blood pressure, oxygen level if needed
  • Relevant blood, urine, imaging, or specialist tests only after clinical assessment
Questions to ask
  • What is the most likely cause of my symptoms?
  • Which warning signs mean I should go to emergency care?
  • Which tests are really needed now?
  • Which medicines are safe for my age, pregnancy status, allergy, kidney/liver/stomach condition, and current medicines?

Emergency warning signs such as chest pain, severe breathing difficulty, sudden weakness, confusion, severe dehydration, major injury, or loss of bladder/bowel control need urgent medical care. Do not wait for online information.

Safe pathway to proper treatment

Care roadmap for: 8 Perbedaan Mencolok Kurban dan Aqiqah Serta Larangannya

Use this simple roadmap to understand the next safe steps. It is educational and does not replace examination by a doctor.

Go to emergency care if you notice:
  • Severe or rapidly worsening symptoms
  • Breathing difficulty, chest pain, fainting, confusion, severe weakness, major injury, or severe dehydration
Doctor / service to discuss: Qualified healthcare provider; specialist depends on symptoms and examination.
  1. Step 1

    Check danger signs first

    If danger signs are present, seek emergency care and do not wait for online information.

  2. Step 2

    Record the symptom story

    Write when symptoms started, severity, medicines already taken, allergies, pregnancy status, and test results.

  3. Step 3

    Visit a qualified clinician

    A doctor, nurse, or qualified healthcare provider can examine you and decide which tests or treatment are needed.

  4. Step 4

    Do only useful tests

    Do tests after clinical assessment. Avoid unnecessary tests, random antibiotics, or repeated medicines without diagnosis.

  5. Step 5

    Follow up and return early if worse

    If symptoms worsen, new warning signs appear, or treatment is not helping, return for review quickly.

Rural patient practical tips
  • Take a written symptom diary and all previous prescriptions/test reports.
  • Do not hide medicines already taken, even herbal or over-the-counter medicines.
  • Ask which warning signs mean urgent referral to hospital.

This roadmap is for education. A real diagnosis and treatment plan requires history, examination, and clinical judgment.

Internal learning pathway

Explore related RX articles

Related guides from RX Harun are grouped to help readers move from overview to symptoms, tests, treatment, and safe next steps.

Top Global News
  1. How to Reset Your Body from Chronic Stress? Chronic? stress isn’t something that arrives very loudly. It builds very slowly — and tight shoulders,…
  2. Congenital Amegakaryocytic Thrombocytopenia Type 1 (CAMT-1) DefinitionCongenital? amegakaryocytic thrombocytopenia? type 1 (CAMT-1) is a very rare inherited? blood disease present from birth.…
  3. Blue Cone Monochromacy (BCM) DefinitionBlue cone monochromacy (BCM) is a very rare eye disease that a person is born with.…
  4. Is it Okay to Cry in Front of a Psychiatrist? Is It Okay to Cry During a Psychiatric Session? To speak with all honesty – yes.…
  5. Autosomal Dominant Demyelinating Charcot-Marie-Tooth Disease DefinitionAutosomal dominant demyelinating Charcot-Marie-Tooth disease is a long-term nerve disease that mainly damages the peripheral nerves,…
  6. F5-Related Budd–Chiari Syndrome (Factor V Leiden–Related Hepatic Vein Thrombosis) DefinitionF5-related Budd–Chiari syndrome? means Budd–Chiari syndrome (BCS) that happens in a person who carries the Factor…